Walaupun terdiri dari berbagai cairan, garam, dan produk buangan, biasanya urin tidak mengandung bakteri. Jika bakteri menuju kandung kemih atau ginjal dan berkembang biak dalam urin, terjadilah ISK. Jenis Infeksi Saluran Kemih yang paling umum adalah infeksi kandung kemih yang sering juga disebut sebagai sistitis. Gejala yang dapat timbul dari ISK yaitu perasaan tidak enak berkemih (disuria, Jawa: anyang-anyangen). Tidak semua ISK menimbulkan gejala, ISK yang tidak menimbulkan gejala disebut sebagai ISK asimtomatis.
Pembagian ISK
Berdasar anatomi
- ·Bawah : uritritis, sistitis (infeksi superfisialis vesika urinaria), prostatitis
- Atas : pielonefritis (proses inflamasi parenkim ginjal), abses ginjal
- Tanpa komplikasi : sistitis pada wanita hamil kelainan neurologis atau struktural yang mendasarinya
- Dengan Komplikasi : infeksi saluran kemih atas atau setiap kasus ISK pada laki-laki, atau perempuan hamil, atau ISK dengan kelainan neurologis atau struktural yang mendasarinya
- · ISK tanpa kompliksi : E. Coli (80%), proteus, klebsiella, enterokokus
- · ISK dengan komplikasi : E. Coli (30%) enterokokus (20%), pseudononas (20%), S. Epidermidis (15%), batang gram negatif lainya.
- · ISK yang berhubungan dengan kateter : jamur (30%), E . coli (25%), batang gram negatif lainya, enerokokus, S.epidermis
- · Uritritis : chlamydia trachomatis, Neisseria gonorrhoeae
- · Sistitis : piuria urgensi, frekuensi miksi meningkat perubahan warna dan bau urine, nyeri suprapublik, demam biasanya tidak ada.
- · Uretritis : mungkin mirip dengan sistitis kecuali adanya discharge uretra
- · prostatitis: serupa dengan sistitis kecuali gejala obstruksi orifisium uretra (cont: hestansi, aliran lemah).
- · Pielonefrritis : demam, menggigil, nyeri punggung atau bokong, mual, muntah, diare
- · Abses ginjal (intrarenal atau perinefrik); serupa dengan pielonefritis kecuali demam menetap meskipun di obati dengan antibiotik.
- · Urinalisis : piuria + bakteriuria ± hematuria
- · Kultur dan pewarnaan gram urine ( dari urine porsi tengah atau spesimen lansung dari katater)
- · Pada perempuan hamil dan pasien yang menjalani pembedahan urologi lakukan skrining terhadap bakteriuria asimtomatik
- · Kultur darah : pertimbangkan pada ISK dengan komplikasi
- · Deteksi DNA atau kultur terhadap C. Trachomatis, N.gonorrhoeae pada pasien yang kegiatan seksualnya aktif atau pada piuria steril
- · Spesimen urine porsi pertama dan porsi tengah, pemijatan prostat, dan spesimen urine
- · CT scan abdomen untuk menyingkirkan abses pada pasien pielonefritis yang demamnya tidak turun setelah 72 jam
- · Tindakan diagnostik urologi (USG ginjal, CT abdomen, sistografi berkemih) jiks ISK berulang pada laki-laki
Penatalaksanaan ISK
apabila memungkinkan, terapi langsung ditunjukan pada organisme, dapat digunakan panduan suseptibilitas in vitro dan pola resistensi obat setempat Artikel Lainnya: GONORE (GO) atau Penyakit Kencing Nanah Source by : www.dakdem.com | ||||||||||||

Tidak ada komentar:
Posting Komentar